Unjuk Rasa Tragedi Kemanusiaan: “300 Kali Berdemo, 300 Kali Diabaikan”

NIAT News

100_1473JAKARTA, NIAT News –  250 orang kembali menuntut keadilan atas tragedi-tragedi kemanusiaan di halaman depan Istana Merdeka,  kemarin (4/4). Mereka – keluarga korban penculikan dan simpatisan – tak pernah menyerah meski sudah “ 300 kali berdemo, 300 kali diabaikan”.

Keluarga korban bersama simpatisan dari berbagai kalangan; aktivis, dosen, mahasiswa  mendesak pertanggungjawaban pemerintah atas tragedi kemanusiaan 27 Juli 1996, Tragedi Semanggi I dan II,  Peristiwa 65, Tragedi Talangsari, Tragedi Penculikan Mei 1998, Tragedi Tanjung Priok dan Pembunuhan terhadap Aktivis Kemanusiaan – Munir.  Demi memperjuangkan keadilan, para demonstran mengaku tak akan mengenal kata “menyerah” sampai kasus-kasus tersebut diungkap dan diadili.

“JANGAN DIAM!, LAWAN,  JANGAN DIAM !” , teriak para demonstran ditengah hujan deras.

Ibu Sumarsih,  orang tua korban penculikan, menuturkan “Kami sangat bersyukur bahwa banyak orang-orang yang simpati terhadap gerakan kami.  Saya bangga yang datang saat ini lebih banyak dari sebelumnya.  Ini saatnya menguatkan hati kami dan kami sangat yakin bahwa perjuangan…

View original post 137 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s