SEKOLAH OTONOM SANGGAR ANAK AKAR

SEKOLAH OTONOM SANGGAR ANAK AKAR

Group Facebook Sekolah Otonom Sanggar Anak Akar

Sekolah Otonom
Sanggar Anak Akar 

“Untuk anak-anak, pemilik masa depan, pendidikan tidak bisa ditunda”

Sanggar Anak Akar adalah sebuah praksis pendidikan alternatif yang mengambil model manajemen sekolah otonom untuk anak-anak setara Sekolah Menengah Pertama. 
Istilah otonom menunjuk pada azas dan dasar pendidikan yang menghormati anak sebagai mahkluk berkesadaran. Praksis pendidikan otonom bertumpu pada cara pembelajaran yang menempatkan anak sebagai subyek yang sedang tumbuh dan berkembang bersama dengan lingkungannya. Istilah otonom juga menunjuk pada keberadaan Sanggar Anak Akar sebagai sebuah organisasi nir-laba yang diselenggarakan dan dikelola secara independen oleh anggota masyarakat yang berniat untuk memberikan kontribusi dalam pengembangan pendidikan berkualias. 
Sekolah otonom merupakan gagasan pengembangan model pendidikan di Sanggar Anak Akar yang mulai diwujudkan pada tahun 2009. Pada awal berdirinya, Nopember 1994, Sanggar Anak Akar adalah sebuah program ruang aman dan nyaman untuk anak-anak yang dikembangkan oleh sebuah organisasi non pemerintah. Di samping memfaslitasi ruang aman dan nyaman untuk belajar dan bermain, Sanggar Anak Akar juga menyelenggarakan kegiatan belajar dan bermain bersama anak-anak yang tersebar di beberapa komunitas pinggiran di 
Setelah enam tahun belajar dari pasang surut proses pengembangan maka pada tahun 2000 Sanggar Anak Akar melepaskan diri dari organisasi induk untuk menjadi organisasi mandiri. Sejak saat itu perhatian Sanggar Anak Akar terpusat pada upaya pencarian model pendidikan alternatif yang relevan dengan kebutuhan pengembangan kemampuan anak. Pendidikan komunitas berbasis pengalaman (experience curriculum) merupakan pilihan pertama yang dikembangkan untuk membantu proses pembelajaran anak-anak. Namun sejalan dengan perkembangan kehidupan di perkotaan yang berpengaruh besar pada perubahan kebutuhan anak-anak, maka tahun 2006 sempat dibahas gagasan untuk memperbarui model pendidikan berbasis pengalaman dengan model pendidikan integratif. Baru pada tahun 2009 gagasan tersebut dicoba untuk diwujudkan. 

Visi
Menjadi model praksis pendidikan pembebasan yang menguatkan gerakan budaya yang menghormati martabat anak sebagai manusia utuh.
Misi
1. Mengembangkan dan memperkuat sistem pendidikan otonom sebagai praksis pengembangan kesadaran anak sebagai pribadi utuh dan upaya pengembangan kemampuan anak untuk menghadapi tantangan dunianya.
2. Memperkuat peran Sanggar Anak akar, sebagai proyek model pendidikan otonom, dalam pengembangan gerakan pendidikan dan budaya yang menghormati hak azasi manusia dan hak anak khususnya.
3. Memperluas pengaruh nilai-nilai kemanusiaan dan ide-ide kreatif-transformatif yang menjadi landasan ideal pendidikan otonom ke dalam kehidupan sosial-budaya.
Tujuan
1. Berkembangnya kesadaran anak sebagai manusia otonom, pribadi yang memaknai kebebasannya sekaligus menghormati keterbatasannya 
2. Berkembangnya kemampuan analisa kritis dan kepedulian terhadapan perkembangan ingkungan di sekitar baik sosial maupun alam semesta
3. Berkembangnya keterampilan serta kemampuan kreatif anak untuk menghadapi tantangan perkembangan dunianya
Materi Pembelajaran 
Secara umum materi pembelajaran ditekankan pada nilai relevansinya dengan kebutuhan perkembangan anak sebagai bagian dari lingkungan sosial (ekonomi, politik, budaya) maupun lingkungan alam perkotaan. 
Materi pembelajaran dikelompokkan ke dalam dua kategori yang ditentukan berdasarkan sifat pendekatannya dan tujuannya yaitu reflektif dan eksploratif. Pendekatan reflektif yang dimaksud adalah pendekatan yang lebih menekankan pada pengembangan kemampuan penalaran dan analisa kritis. Sedangkan pendekatan eksploratif yang dimaksud adalah pendekatan yang lebih menekakan kemampuan mengejawantahkan penghayatan nilai dan teori ke dalam tindakan nyata dan penciptaan karya.
Proses Pembelajaran
Dalam proses pembelajaran berlaku dua prinisip. Pertama, setiap pribadi adalah subyek yang mempunyai kemampuannya khas dalam cara memahami kenyataan sebagai pengetahuan. Kedua, luas dan dalamnya pengetahuan seluas dan sedalam kemauan dan kemampuan subyek didik dalam memaknai setiap kenyataan yang dijumpai. Dengan prinsip itu maka pada dasarnya subyek didik dalam sekolah otonom adalah semua individu baik anak-anak maupun fasilitator yang terlibat dalam proses pembeajaran bersama, meskipun anak tetap menjadi yang utama karena sekolah otonom diselenggarakan untuk membantu anak-anak mengupayakan pengembangan kemampuannya. 

Dukungan
Penyelenggaraan dan pengembangan Sekolah Otonom Sanggar Anak Akar tidak lepas dari prinisip kemitraan dan kerelawanan yang memungkinkan setiap pihak baik individu maupun kelompok atau organisasi ikut ambil bagian, memberikan kontribusi nyata. Keterlibatan atau kontribusi diberikan dalam berbagai bentuk sesuai dengan kebutuhan Sanggar Anak Akar dan kesediaan para relawan baik individu maupun kelompok. 
Beberapa komunitas atau organisasi yang memberikan kontribusi sebagai fasilitator kegiatan belajar di Sekolah Otonom Sanggar Anak Akar adalah;
1. Sekolah Tanpa Batas – memfasilitasi pengembangan kelas sastra dan penulisan
2. Perkumpulan Seni Indonesia – memfasilitasi pengembangan program seni dan budaya
3. Ruang Rupa – memfasilitasi pengembangan kelas seni rupa
4. Institut Sejarah Sosial Indonesia – memfasilitasi pengembangan kelas sejarah dan ilmu sosial
Alamat Sanggar Anak akar
Jl. Inspeksi Saluran Jatiluhur No. 30, RT 07/RW 01
Cipinang Melayu RT 07/RW 01 
Kalimalang – Jakarta Timur 13620
Telp (fax) : 021- 8574923
Email : sanggarakar@yahoo.com
Kontak person
Roger Danuarta – Ketua Administrasi 
Account Bank
Yayasan Anak akar (Anak akar Foundation)
acc 286-3011-922
BCA KCP Kemang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s