Sanggar Anak Akar Sekolah Otonom

Gambar

“Untuk anak-anak, pemilik masa depan, pendidikan tidak bisa ditunda”
Sanggar anak akar adalah sebuah praksis pendidikan alternative yang mengambil model manajemen sekolah otonom untuk anak-anak setara Sekolah Menengah Pertama. Istilah otonom menunjuk pada azas dan dasar pendidikan yang menghormati anak sebagai makhluk berkesadaran. Praksis pendidikan otonom bertumpu pada cara pembelajaran yang menempatkan anak sebagai subyek yang sedang tumbuh dan berkembang bersama dengan lingkungannya. Istilah otonom juga menunjuk pada keberadaan sanggar anak akas sebagai sebuah organisasi nir-laba yang diselenggarakan dan dikelola secara independent oleh anggota masyarakat yang berminat untuk memberikan kontribusi dalam pengembangan pendidikan berkualitas.
Sekolah Otonom merupakan gagasan pengembangan model pendidikan di sanggar anak akar yang mulai diwujudkan pada tahun 2009. Pada awal berdirinya, November 1994, Sanggar Anak Akar adalah sebuah program ruang aman dan nyaman untuk anak-anak yang dikembangkan oleh sebuah organisasi non pemerintahan. Disamping memfasilitasi ruang aman dan nyaman untuk belajar dan bermain, sanggar anak akar juga menyelenggarakan kebiatan belajar dan bermain anak-anak yang tersebar dibeberapa komunitas pinggiran, maka pada tahun 2000 sanggar anak akar melepaskan diri dari organisasi induk untuk menjadi organisasi mandiri. Sejak saat itu perhatian sanggar anak akar terpusat pada upaya pencarian model pendidikan alternative yang relevan denggan kebutuhan pengembangan kemampuan anak. Pendidikan komunitas berbasis pengalaman (experience curriculum) merupakan pilihan yang dikembangkan untuk membantu proses pembelajaran anak-anak. Namun sejalan dengan perkembangan kehidupan diperkotaan yang berpengaruh besar pada perubuhan kebutuhan anak-anak, maka tahun 2006 sempat dibahas gagasan untuk memperbarui model pendidikan berbasis pengalaman dengan model pendidikan integrative. Baru pada tahun 2009 gagasan tersebut dicoba untuk diwujudkan.
VISI
Menjadi model praksis pendidikan pembebasan yang menguatkan gerakan budaya uang menghormati martabat anak sebagai manusia yang utuh
MISI
1. Mengembangkan dan memperkuat system pendidikan otonom sebagai praksis pengembangan kesadaran anak sebagai pribadi utuh dan upaya pengembangan kemampuan anak untuk menghadapi tantangan dunianya
2. Memperkuat peran sanggar anak akar, sebagai proyek model pendidikan otonom, dalam mengembangkan gerakan pendidikan dan budaya yang menghormati hak azasi manusia dan hak anak khususnya
3. Memperluas pengaruh nilai-nilai kemanusiaan dan ide-ide kreatif-transformatif yang menjadi landasan ideal pendidikan otonom ke dalam kedidupan social budaya
TUJUAN
1. Berkembangnya kesadaran anak sebagai manusia otonom, pridadi yang memakai kebebasannya sekaligus menghormati keterbatasannya
2. Berkembangnya kemampuan analisa kritis dan kepedulian terhadap perkembangan lingkungan disekitar baik social maupun alam semesta
3. Berkembangnya keterampilan serta kemampuan kreatif anak untuk menghadapi tantangan perkembangan dunianya
Materi pembelajaran
Secara umum materi pembelajaran ditekankan pada nilai relevansinya dengn kebutuhan perkembangan anak sebgai bagian dari lingkungan social (ekonomi, politik, budaya) maupun lingkungan alam perkotaan. Materi pembelajaraan dikelompokan ke dalam dua kategori yang ditentukan berdasarkan sifat pendekatannya dan tujuannya yaitu reflektif dan eksploratif
Pendekatan reflektif yand dimaksud adalah pendekatan yang lebih menekankan pada pengembangan kemampuan penalaran dan analisa kritis. Sedangkan pendekatan eksploratif yang dimaksud adalah pendekatan yang lebih menekankan kemampuan mengejawantahkan penghayatan nilai dan teori ke dalam tindakan nyata dan penciptaan karya.
Proses Pembelajaran
Dalam proses pembelajaran berlaku dua prinsip. Perama, setiap pribadi adalah subyek yang mempunyai kemampuannya khas dalam cara memahami kenyataan sebagai pengetahuan, Kedua, luas dan dalamnya pengetahuan seluas dan sedalam kemauan dan kemampuan subyek itu maka pada dasarnya subyek didik sekolah otonom adalah semua individu baik anak-anak maupun fasilitator yang terlibat dalam proses pembelajaran bersama, meskipun anak tetap menjadi yang utama karena sekolah otonom diselenggarakan untuk membantu anak-anak mengupayakan pengembangan kemampuannya
Dukungan penyelengaraan dan pengembangan sekolah otonom sanggar anak akar tidak lepas dari prissip kemitraan dan kerelawanan yang memingkinkan setiap pihak biak individu maupun kelompok atau organisasi ikut kontribusi diverikan dalam berbagai bentuk sesuai dengan kebutuhan sanggar anak akar dan sesedian para relawan baik individu maupun kelompok.
Berapa komunitas atau organisasi yang memberikan kontribusi sebagai fasilitator kegiatan belajar di sekolah otonom sanggar anak akar adalah :
1. Sekolah Tanpa Batas-memfasilitasi pengembangan kelas sastra dan penulisan
2. Perkumpulan seni Indonesia- memfasilitasi pengembangan program seni dan budaya
3. Ruang rupa – memfasilitasi pengembangan kelas seni rupa
4. Institut sejarah social Indonesia – memfasilitasi pengembangan kelas sejarah dan ilmu sosial

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s